SUMSELNEWS: LAHAT
Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERBARU

Tampilkan postingan dengan label LAHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAHAT. Tampilkan semua postingan

Investigasi Mengenai Penambangan Batubara Lahat

Dari 29 perusahan yang mendapatkan  Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batubara yang ada, kini yang beroperasi dan melakukan eksploitasi hanya 17 perusahaan dan sisanya  12 perusahaan yang masih belum beroperasi demikian dijelaskan oleh Kadistamben Lahat Misri MT melalui Kabid Pertambangan Umum Kosasih didampingi Kasi Bimtek Aprianto, kemarin (19/6)

“Mereka saat ini hanya  terkendala akses keluar pertambangan, penyelesaian  ganti rugi lahan. Dan menunggu penggunaan batubara untuk beroperasinya PLTU,” papar Aprianto. Menurutnya wilayah operasi dari 17 perusahaan ini berada di Kecamatan Lahat, Merapi Timur, Merapi Selatan, Merapi Barat, Gumay Talang dan Kikim Barat.

Di lapangan dari beberapa informasi yang didapat bahwa kendala saat ini harga batubara di pasaran yang mengalami penurunan membuat beberapa perusahaan terpaksa mengurangi produksi, pengurangan karyawan, dengan berakhir masa IUP membuat mereka menghentikan eksplorasi dan tidak memperpanjang ijin IUP yang ada.

Ongkos pengangkutan dari Lahat hingga Tanjung Siapi-api dan Gandus sekitar 225 Km hingga 268 Km membuat ongkos transportasi yang tinggi, apalagi jalan khusus batubara milik PT Servo yang hingga kini tidak lagi dipakai sepanjang  sekitar 115 Km ini. “Makmano jalan tu nak kami pake, truk yang lewat tebenem ado jalan yang putus dan kami saro men masuk sano dak keluar lagi,” jelas Asman (45) salah satu sopir truk batubara, saat ditanyai mereka tidak melewati jalan Khusus itu dari Desa Tanjung Jambu Kecamatan Merapi Timur hingga Muara Lematang.

Dengan rute panjang lebih dari dua ratus kilometeran ini juga sangat memberatkan para sopir truk pengangkut batubara sebab mereka harus dikenai pungli sepanjang perjalanan yang mereka lalui dengan besaran hingga Rp500ribu. “Kami yang penting begawe, kalo dak jalan sopir katek duit. Bejalan dapet banyak pungutan di jalan. Ngomong jugo gek jadi masalah,” ungkap Asman.

Menurut mereka jika jalan khusus batubara dibuat dengan baik tentunya mengurangi ongkos dan mereka juga tiba di rumah dan tujuan lebih cepat.

“Kalo truk batubara dak melintas di jalanan umum imbas baik ke kami warga sepanjang lewatan ini idak keno debu batubara,” ulas Tahir (56) warga Kecamatan Merapi Timur, dirinya mengungkapkan debu yang beterbangan sejak 2009 silam menyisakan sesak dan ISPA bagi masyarakat yang ada.

Belum lagi ganti rugi lahan yang merugi bagi masyarakat awam yang merelakan saja tanah nenek moyang mereka ribuan hektar dengan bayaran murah. “Aku nyesel jualke tanah yang isinyo kebon karet. Dapet seratus juta, dibagike adek beradek. Dapet gawean cuman jadi buruh abis duit dan abis tanah kami,” jelas Dimin (39).

Pengawasan di lapangan sendiri terkoordinasi antara Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan informasi dan Badan Lingkungan Hidup yang ada baik usaha eksplorasi, eksploitasi, Amdal hingga pengangkutan.

Kendala jalan selalu jadi masalah seperti yang terjadi di Kecamatan Pulau Pinang yang membuat kisruh beberapa waktu lalu terjadi pembakaran perusahaan perkebunan setempat yang terjadi pada Jumat (23/5) sekitar pukul 20.00. Perjanjian bahwa perusahaan baik perkebunan dan pertambangan yang melewati jalan masuk ke Desa Kerung, Talang Sejemput, Talang Sawah, dan Muara Cawang membuat warga geram karena warga merasa perusahaan  tidak mematuhi aturan. “Jika jalanan bagus dan sama-sama tidak merugikan tentu masyarakat tidak menjadi masalah apabila perusahan menggunakan jalan itu,” jelas warga yang enggan namanya disebutkan.    sudah bagus, jalan baru mereka beroperasi.

Penyemprotan debu dengan air untuk mengurangi polusi debu dan udara ini menurut masyarakat sekitar Kecamatan Merapi Area sangat penting terutama saat musim kemarau. “Memang selama ini ada penyemprotan. Tapi hendaknya lebih dimaksimalkan lagi terutama saat kemarau dan aturan iring-iringan kendaraan yang tidak lebih dari 3 dumptruk bias dipatuhi ,” ujar Mardiah (31) salah satu ibu rumah tangga yang ada di kawasan Merapi ini.

17 perusahaan yang aktif eksploitasi dan produksi aktif yakni PT Bumi Gema Gempita, PT Golden Great Borneo, PT Andalas Bara Sejahtera, PT Muara Alam Sejahtera, PT Bumi Merapi Energi,  PT Surya Citra Gemilang, PT Dirarduadji Energi, PT Batubara Lahat, PT  Era Energi Mandiri, PT  Dizamatra, PT Mandiri Nusa Pratama, PT Duta Alam Selaras, PT Satria Mayang Sejahtera, PT Tri Mandiri Perkasa, PT Dian Rana Petrojasa, dan PT Bara Alam Utama.

Beberapa wilayah yang sudah tidak aktif lagi juga sudah mengalami reklamasi dengan revegetasi lahan dan penataannya. Dan perusahaan yang belum melakukan reklamasi supaya secepatnya melakukan hal itu untuk memperbaiki lingkungan. “Wilayah kami memang kujingok yang dak di tambang lagi batubaranyo ado yang ditanemi. Kami jugo berharep kalo penanaman di wilayah yang tak terpakai segera dilakukan untuk mengembalikan lingkungan yang ado dari kerusakan,” ujar Prima (21) salah satu warga Talang Jawa ini mengatakan.

Bupati Lahat Lantik Kades Kuba Kecamatan Pulau Pinang

Dalam rangka Pelantikan Kepala Desa (Kades) Kuba Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat  hari ini sabtu 18 Mei 2013. Pelantikan Kepala Desa yang baru di Desa Kuba Kecamatan Pulau Pinang.Adapun Kepala Desa yang lama adalah Bapak Supharni sedangkan Kepala Desa yang Baru akan dilantik adalah Bapak Sipran Jumarsyah. Acara Pelantikan Kepala Desa di adakan di Desa Kuba Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat.

Pelantikan Kepala Desa Kuba Kecamatan Pulau Pinang  yang langsung dihadiri oleh   Bupati Lahat Bapak H. Saifudin Aswari Riva’i. SE,SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat, sekaligus melantik Kepala Desa yang baru terpilih. Bupati Lahat dalam  sambutannya mengatakan kepada Kepala Desa yang baru akan di lantik, nantinya setelah dilantik harus menjalankan tugasnya secara optimal dan bertanggung jawab atas tugas yang di emban sebagai kepala desa, agar dapat mengayomi masyarakat yang ada di sekitar atau di dalam kawasan yang ia pimpin.

Mobil Toyota Rush Tabrak Pagar

Sebuah mobil Toyota Rush sarat penumpang, menghantam pagar rumah di tepi jalan lintas sumatera (Jalinsum) desa Arahan Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Minggu (9/6) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwia tersebut, namun kondisi mobil ringsek berat dan penumpang anak-anak syok. Peristiwa tersebut terjadi diduga karena sopir panik, sehingga harusnya menginjak rem namun malah terinjak pedal gas.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat mobil Toyota Rush F 1228 WO melaju kencang dari arah Lahat menuju Muaraenim.  Kendaraan yang dikemudikan Disrijon (34) itu sarat muatan penumpang wanita dan anak-anak, yang merupakan anggota keluarganya. Mereka barangkat dari Padang Sumatera Barat, dan rencanya hendak menuju Bogor.

Saat melintas di desa Arahan Kecamatan Merapi Timur, sang sopir hendak mendahului sebuah sepeda motor di depannya. Namun tiba-tiba dari arah Muaraenim datang truk batubara, hingga membuatnya ia gugup . Akibatnya ia salah menginjak  pedal rem saat menghindari tabrakan, namun justru yang diinjak adalah pedal gas. Sehingga kendaraan terus melaju kencang tanpa terkendali, dan menabrak pagar rumah warga. palembang.tribunnews.com

Hasil Quick Count Pilkada Lahat, SAMA Unggul Jauh

Berdasarkan Hasil Quick Count Pilkada Lahat yang dirilis LPPM STIT, pasangan Saifuddin Aswari- Marwan Mansyur (SAMA) berhasil unggul dalam persaingan Pilkada Lahat dengan perolehan suara mencapai 70,78 %, terpaut jauh dari pasangan Herliansyah-Aris Toteles ( HERO) yang meraih 22,1 % suara dan pasangan Rozi-Masri (ROMA) yang mendapat 7,12 % suara. 

Dengan hasil Quick Count ini hampir bisa dipastikan Saifuddin Aswari kembali terpilih menjadi Bupati Lahat lima tahun kedepan. 

Namun Keputusan akan tetap di Umumkan oleh KPU untuk setelah perhitungan manual Real Count. Harian Lahat

Penggelapan Raskin, Polisi Duga Ada Unsur Korupsi


Anggota Satuan Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) Polres Lahat, masih terus mengembangkan terungkapnya kasus penggelapan raskin tiga desa di Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat. Bahkan kasusnya akan diarahkan ketindak pidana korupsi, kerena dianggap ada unsur merugikan negara.

Polisi juga sudah memanggil dua orang petugas dari Bulog Sub Divisi Regional Lahat, untuk mengetahui seputar distrubusi yang dilakukan.

Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP G Parlaso didampingi Kanit Pidkor Ipda Sopyan, Selasa (16/4/2013) menjelaskan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan menyelidikan seputar pengungkapan penggelapan raksin di tiga desa tersebut.

Sebelumnya mereka sudah mengamankan 9 ton raskin, serta sebuah truk yang membawanya. Termasuk tujuh orang yang diduga terkait, salah seorang diantaranya Kades Batu Niding berinisial FR.

Namun pihaknya masih belum menetapkan tersangka, karena masih akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan. Selain itu kasus penggelapan tersebut diduga kuat ada indikasi korupsi, yang merugikan negara. Sehingga pihaknya kemungkinan akan mengarahkan kasus tersebut ke ranah tipikor, dan mengembangkan penyidikan pada oknum tertentu yang terlibat.

"Ada dua orang yang kemungkinan kuat akan jadi. Kasus ini akan kami kembangkan, karena diduga ada unsur kerugian negara," ujar Ipda Sopyan.

Tambahnya untuk melengkapi berkas serta menelusuri dugaan tindak korupsi, pihaknya sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan. Termasuk dua orang petugas dari Bulog Sub Divisi Regional Lahat, yang mengetahui proses distribusi raskin untuk tiga desa di Kecamatan Pseksu tersebut. Sehingga bisa dikembangkan lagi, untuk mendapatkan bukti tambahan.

"Bulog Sub Divisi Regional Lahat juga sudah membuat laporan ke polisi," imbuh Sopyan singkat.
 
Home | Profile | Contact Us | Advertise | Join Us
Desain website dikutip.com
All Right Reserved - www.dikutip.com ( Semua Ada Disini )
Group 2010 - 2013 ©
Copyright © 2012 Media Nusantara Group - All rights reserved