SUMSELNEWS: POLITIK
Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA TERBARU

Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

DB1 Prabumulih Awali Rekapitulasi KPU Sumsel

Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2014 diawali dengan pembukaan kotak suara DB1 untuk menghitung rekap KPU Prabumulih di ruang Aula KPU Sumsel, Jumat (18/7/2014).

"Untuk penghitungan ini kita awali dari Prabumulih. Silahkan dibuka kotaknya," kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan, Liza Lizuarni SE. (sripo)

Pilres SUMSEL, Prabowo-Hatta unggul di 10 Kabupaten/Kota

Berdasarkan Sebuah website independen kawalpemilu.org meperlihatkan data berdasarkan table yang mengacu pada formulir C1 dan hasil rekapitulasi di semua TPS yang berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen yang independen.

Terlihat untuk Provinsi Sumatera Selatan Pasangan nomor Urut 1 Prabowo Hatta ungul di 10 Kabupaten, secara keseluruhan Prabowo Hatta unggul tipis dari pasangan Jokowi-JK,

Kampanye Hatta Rajasa Jasa Dimeriahkan Raja Dangdut Rhoma Irama

Raja "dangdut" Rhoma Irama bersama Soneta Group menyemarakkan kampanye calon presiden nomor urut satu Prabowo-Hatta di depan objek wisata Benteng Kuto Besak Palembang, Senin sore.
Dalam kampanye tersebut hadir calon wakil presiden Hatta Rajasa yang merupakan putra asli daerah setempat. Rhoma Irama tampil memukau dan membuat ribuan massa pendukung tidak beranjak dari lapangan terbuka objek wisata di daerah aliran Sungai Musi itu.

Walaupun dalam cuaca cukup panas dan suasana sedang menjalani ibadah puasa, massa tetap antusias mengikuti acara tersebut.
Dalam konser Soneta Grup dengan tajuk "Safari Ramadhan Nada dan Dakwah mendukung Prabowo-Hatta", penyanyi legendaris Rhoma Irama mengajak massa pendukung pasangan capres nomor urut satu itu untuk melakukan kampanye menarik simpati masyakat sebanyak-banyaknya untuk memenangkan pasangan capres tersebut dengan santun dan tidak menimbulkan kebencian atarsesama.

"Marilah kita mendukung calon presiden pilihan kita Prabowo-Hatta nomor urut satu, dengan mengajak saudara, keluarga, teman, dan tetangga untuk memilih pasangan tersebut di TPS pada pemilihan presiden 9 Juli nanti," ujar Rhoma.

Dalam konser kampanye capres tersebut, Rhoma juga mengajak massa pendukung Prabowo-Hatta untuk bernyanyi bersama dan melaksanakan pesan moral yang terdapat dalam lirik lagunya dalam kehidupan berpolitik, berbangsa, dan bernegara.

Beberapa lirik lagu yang sangat cocok dalam suasana suhu politik yang cukup panas akhir-akhir seperti jangan melakukan adu domba, stop permusuhan, stop pertengkaran, dan jangan saling benci.
Setelah menampilkan beberapa tembang yang cukup merakyat dan melegenda, Rhoma Irama pada akhir konsernya mengajak massa pendukung untuk membubarkan diri dengan tertib, membagikan beberapa paket takjil untuk berbuka puasa, serta mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa".

Sementara pada kampanye tunggal tersebut, calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mengajak masyarakat Provinsi Sumatera Selatan untuk bersatu dan membulatkan pilihan kepada dirinya dan Prabowo Subianto capres nomor urut satu pada 9 Juli 2014.
Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 ini, ada putra daerah ini yang menjadi calon wakil presiden.
"Saya mohon dukungan dan doa restu dari masyarakat yang tersebar di 17 kabupaten dan kota dalam Provinsi Sumsel ini. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi wong Sumsel menjadi pemimpin negeri ini," ujarnya.

Setelah melakukan kampanye di halaman terbuka, Hatta Rajasa bersama rombongan melanjutkan acara silaturahmi dan berbuka puasa bersama dengan tokoh masyarakat, agama, dan anak yatim piatu di kediaman Kemas H.Halim salah satu tokoh masyarakat Palembang.

Pemilu Presiden yang dijadwalkan pelaksanaannya oleh KPU pada 9 Juli 2014 dengan peserta dua pasangan capres dan cawapres yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa nomor urut (1) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla nomor urut

Indo Barometer Tunjukkan Prabowo-Hatta Unggul

Survei Indo Barometer menyatakan performa pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa lebih baik dari Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hasil Indo Barometer memperlihatkan 52,8 persen responden menonton debat calon presiden-wakil presiden di televisi.

"Mereka yang menonton atau mendengarkan menyatakan Prabowo-Hatta lebih baik dalam menyampaikan program kerja, lebih baik cara bicaranya dan cara berpakainnya lebih menarik," kata Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari dalam diskusi 'The Final Round: Siapakan Pemenang Pilpres 9 Juli 2014' di Hotel Harris, Jakarta, Minggu (29/6/2014).

Sedangkan Jokowi-JK dinyatakan lebih kompak dalam menjawab pertanyaan. Qodari menjelaskan pemilih yang menonton debat capres sebanyak 48,1 persen memilih pasangan Prabowo-Hatta. Sedangkan memilih Jokowi-JK sebanyak 43,4 persen.

Sementara yang tidak menonton debat memilih Jokowi-JK sebanyak 48,9 persen. Sementara memilih Prabowo-Hatta sebanyak 36,4 persen.

"Pemilih yang menonton debat capres-cawapres lebih banyak yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Sedangkan yang tidak menonton mendukung pasangan Jokowi-JK," ujar Qodari.

Diketahui, waktu pengumpulan data pada tanggal 16-22 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang dengan margin off error sebesar 3,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dipilih multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili populasi publik dewasa Indonesia. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuisioner.

Romi Jadi Tersangka KPK, Sarimuda Berangkat Ke Jakarta

Pasca ditetapkannya status Walikota Palembang Romi Herton menjadi tersangka kasus suap terhadap mantan Ketua MK Akil Mochtar, mantan calon walikota Palembang yang tersingkir akibat putusan MK, Sarimuda, sedang tidak berada di Palembang.

Saat Rakyat Merdeka Online Sumsel menyambangi rumah pribadi Sarimuda yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun malam tadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak terlihat aktivitas apapun di rumah.

"Bapak sedang tidak ada di rumah Mas, bapak sedang di Jakarta," kata penjaga di rumah Sarimuda.

Menurut keterangan dari penjaga rumah, Sarimuda berangkat ke Jakarta bersama istri kemarin, namun, penjaga rumah tersebut juga tidak mengetahui ada urusan apa Sarimuda berangkat ke Jakarta.

"Tadi juga, ada beberapa wartawan yang datang mencari bapak, dan mengenai.kepulangan bapak, saya tidak tau kapan bapak akan pulang," ujarnya.[rms]

HafizTohir, PSU Masyarakat Banyak Tidak Memilih

Sumselku.com - Palembang, Cawagub No urut 2 Hafiz Tohir menilai pemilihan suara ulang (PSU) kali ini banyak masyarakat kota Palembang yang tidak menggunakan hak pilihnya dikarenakan kesibukkan aktifitas sehari hari yang tidak bisa di tinggalkan, meningkatnya jumlah golput tentu akan berpengaruh dengan hasil PSU ini, namun Hafis Tohir menanggapi dengan hal yang positif dan beliau yakin tidak adanya unsur politis.

Calon wakil Gubernur sumatera selatan dari partai PAN ini mengatakan” Pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) Kalau kemaren tujuh puluh enam persen yang menggunakan hak pilih tapi kalau untuk sekarang tidak akan mencapai tujuh puluh enam persen, yang pertama karena hari kerja dan yang kedua karena keputusan MK. 

Keputusan MK tersebut sangat  mempengaruhi kepercayaan masyarakat, kita tidak munafik masyarakat melihat dan membaca tapi kita ambil positifnya saja, rakyat jangan tidak mau memilih karena ada empat pilihan mereka bisa bebas memilih siapa saja, kita hanya menargetkan menambah suara pada PSU tidak menargetkan untuk menang karena kita bekerja hanya dua bulan setengah, waktunya sangat minim”katanya saat di temui di jalan POM IX usai melakukan pencoblosan di TPS 23 Kelurahan lorok Pakjo Palembang. (ozi)

Romi Herton Himbau Supaya PSU Berjalan Tertib dan Aman

Sumselku.com - Palembang, Romi Herton Walikota Palembang yang didampingi Istri Mashito Nyoblos di Tps 23 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada pukul 11.00 Wib.

Setelah itu Romi Herton memberikan sedikit arahan supaya PSU Palembang Berjalan dengan tertib dan Aman, dari pantauan yang saya tadi malam kondisi keamanan dan ketertiban di Palembang tidak ada masalah.

Pagi ini kami monitor bersama Muspida,proses PSU berjalan dengan tertib dan aman, dan insyaallah akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk kita, Koata Palembang, dan Sumatera Selatan. (ozi)

Alex Noerdin dan Ishak Mekki nyoblos PSU di TPS 03

Sumselku.com - Palembang, Pemilihan Suara Ulang (PSU), Gubernur H.Alex Noerdin bersama H.Eliza Alex didampingi juga H.Ishak Mekki  mencoblos di TPS 03 Puskesmas Merdeka, Kelurahan Talang semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Pukul 09.30 Wib Rabu, (04/09/2013) tidak jauh dari kediaman Alex Noerdin.

Alex Noerdin yang datang bersama Keluarga juga didampingi oleh Cawagub H.Ishak Mekki dan Anwar Fuadi. Alex Noerdin  juga Mengatakan “Alhamdulillah kita sudah melaksanakan tugas kewajiban pada PSU hari ini, saya didampingi pak Ishak Mekki tetapi Ia tidak bisa mencoblos karena berdomisili di Ogan Komering Ilir (OKI), saya beserta keluarga tolong doa apa yang kami cita-citakan dapat di ijabah oleh Allah” ujanya.

Tambahnya, Kami mengharapkan selaku Gubernur Sumsel, mari warga Sumatera Selatan di daerah Pemilihan Suara Ulang, agar ramai-ramai menggunakan hak pilihnya, hak konstitusinya untuk memilih pemimpin Sumsel 5 tahun kedepannya. Himbauannya jangan golput, ini kewajiban kita.

Proses PSU di 5 Kabupaten/Kota Palembang, Prabumulih, OKU, OKUT, OKUS di Kecamatan Warkuk, dan di palembang kita hanya menang di daerah sisanya itu kita kalah, jadi walaupun kita masih kalah, mudah-mudahan kita perkecil kekalahan itu dan memperbesar kemenangan.

Ia menambahkan, untuk target kita setingginya dan sebesar-besarnya, dan kita akan buktikan untuk siap menang, siap kalah. (ozi)

DPRP Banyuasin Setujui SK KPUD Diskualifikasi Paslon 1

DPRD Banyuasin akhirnya menyetujui SK KPUD Banyuasin yang mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Yan Anton Ferdian dan Suman Asra (SA) Supriono. Tidak kurang 10 anggota dewan sudah menandatangani persetujuan tersebut, di Komisi I DPRD Banyuasin.

Dalam kesempatan itu juga, 10 anggota dewan itu juga, mendukung aparar kepolisian untuk mengusut tuntas kasus korupsi di lingkungan Pemkab Banyuasin.

Pimpinan rapat dari Komisi I, Tismon Sugiharto mengatakan, jika hasil rapat yang dihadiri Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setyawan SIK dan tokoh masyarakat Alamsyah Hanafiah sepakat untuk menyetujui diskualifikasi paslon nomor 1 tersebut.

"Kami memberikan rekomendasi untuk menyetujui diskualifikasi paslon nomor 1 berdasarkan temuan kecurangan yang dilaporkan 5 paslon lainnya," kata Tismon, selesai mengikuti rapat, Selasa (11/6/2013) Malam.

Ia menambahkan, ada 10 anggota dewan yang menandatanganinya yakni 4 dari Fraksi PAN seperti Rudi Apriadi, Heriyadi, Sri Yatun dan Yuan Ari Effendi.
Kemudian, disusul fraksi gabungan seperti Nasrul Halim, Meyasri (PKS), Zakaria dan Ali Mahmudi (Demokrat), Tismon Sugiharto (PBR), Sugeng (PDIP).

"Hendaknya rekomendasi ini menjadi pertimbangan KPUD Banyuasin untuk tetap mendiskualifikasi paslon nomor 1 tersebut," tegasnya.

Lanjutnya, DPRD Banyuasin memberikan semangat moral kepada kepolisian, untuk mengusut kasus korupsi yang diminta massa ketika menggelar demonstrasi di Pemkab Banyuasin sehari sebelumnya.

"Ada beberapa kasus yang kami harapkan juga untuk diselesaikan Polres Banyuasin, seperti kasus cetak sawah, PDAM, bansos, dan terminal Betung, kami siap mengawal kasus tersebut," beber Tismon.

Wartawan Tribunsumsel.com di Banyuasin juga, mendapatkan isu jika paripurna yang digelar besok (hari ini,red) juga menjadi agenda pemakzulan Bupati Banyuasin, Ir H Amiruddin Inoed. Juga, tanda tangan wakil rakyat tersebut, menjadi modal awal untuk melengserkan Cak Amir.

Menanggapinya, Tismon membantahnya, menurutnya paripurna besok menggagendakan LKPJ Bupati Banyuasin, bukan masalah pemakzulan seperti yang diisukan. 

"Bukan, besok paripurna soal LKPJ, bukan soal pemakzulan, prosesnya itu (pemakzulan) itu panjang bos, tidak semudah itu, tidak ada pidana hukumnya dan bukan seperti kasus bupati aceng. Tanda tangan itu juga untuk diskulifikasi dan korupsi, bukan pelengseran bupati," pungkasnya. palembang.tribunnews.com

Polisi dan TNI Jaga Ketat Kantor KPU Sumsel

PALEMBANG - Pasca pemungutan suara yang berlangsung 6 Juni 2013 lalu, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai di jaga ketat aparat kepolisian Polda Sumsel dan TNI AD dari Kodam II Sriwijaya.

Selain menempatkan dua unit panser Anoa milik Yonif Kaveleri (Yonkav) Kodam II Sriwijaya, di kantor KPU Sumsel juga, kepolisian kembali memperketat keamanan dengan memasang metal detektor di pintu masuk kantor KPU Sumsel.

Menurut Kasubag Teknis dan Humas KPU Sumsel, Muhammad Rasi, pengamanan Gedung KPU Sumsel yang terletak di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring SU I Palembang, pasca pencoblosan keamanan sudah mulai ketat.

Pihak yang hendak masuk ke KPU Sumsel harus melapor ke petugas jaga dengan mengisi buku tamu dan meninggalkan tanda pengenal diri, serta harus melewati metal detektor.

Dijelaskan Rais, pihak kepolisian dan TNI  tersebut terus menjaga KPU untuk mengatisipasi adanya gangguan kemanan dan pengamanan menjelang rekapitulasi perhitungan suara yang akan digelar KPU Sumsel pada 13-15 Juni mendatang.

Salah satu anggota TNI dari Yon kav serbu yang bermarkas di Jalam MP Mangku Negara, mengatakan selain meningkatkan penjagaan kantor KPU, jumlah personil juga mengalami penambahan.

"Untuk jumlah personil dari kami ada 1 kompi atau sekitar 30 prajurit, kalau saya bertugas di sini sejak hari sabtu tadi mas," ujarnya.

43 Tim advokasi Iskandar-M Rifai Amankan Surat Suara


Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Iskandar-M Rifai menyiapkan puluhan orang advokasi guna mengamankan perolehan suara pada pemilihan kepala daerah setempat yang telah dilaksanakan 6 Juni 2013.

"Tim advokasi sudah disiapkan sebanyak 43 orang guna mengamankan perolehan suara Iskandar-M Rifai," kata Ketua Tim Advokasi pasangan calon tersebut, Chairil Syah di Palembang, Jumat.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada calon bupati dan wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) sudah selesai dilaksanakan, dan sejak Kamis sore (6/6) mereka juga telah mengumpulkan seluruh formulir C1 KWK untuk 1.794 tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di 18 kecamatan dan 321 desa di kabupaten tersebut.

Pada Kamis malam mereka juga sudah mulai menghitung perolehan suara pasangan calon bupati-wakil Bupati OKI itu untuk 1.794 TPS, katanya.

Ia mengatakan, pada Jumat pagi mereka sudah selesai melakukan penghitungan `real count` perolehan suara Iskandar-M Rifai berdasarkan formulir C1 KWK.

Berdasarkan hasil penghitungan `real count` yang mereka lakukan perolehan suara Iskandar-M Rifai berada di posisi 32,27 persen pada Pilkada bupati-wakil Bupati OKI 6 Juni 2013, ujarnya.

Ia menuturkan, mereka juga menyadari kalau sekarang ini sedang berlangsung rekapitulasi dan penghitungan perolehan suara di tingkat PPS, dan pada 9-10 Juni 2013 di tingkat PPK, dilanjutkan 11-13 Juni 2013 di tingkat KPU OKI. AntaraSumsel

Kapolda Sumsel Copot Wakapolres OKI

Wakapolres Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial ST dicopot dari jabatannya. Ia diduga tersangkut dengan masalah pemilukada Sumsel 2013-2018.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution, menjelaskan perwira dengan pangkat Kompol tersebut dicopot dari jabatannya. Ia diganti dengan Kompol Budi yang sebelumnya bertugas di bagian intel Polda Sumsel.

Saud Usman mengaku sudah sudah memperingatkan sejak awal. Jika ada anggota Polri terindikasi bermasalah dengan pemilukada maka akan ditindak tegas. 

"Saya berkata seperti itu, agar kita harus konsisten sebagai pengamanan pemilukada  dan juga netral," katanya, Jumat (7/6).
Mantan wakabareskrim Polri itu mengungkapkan, tindakan yang diambil untuk memberikan contoh untuk anggota yang lain. "Di dalam proses demokrasi ini tidak boleh anggota Polri ikut-ikut hal yang tidak benar," ujarnya.

Saud Usman menyayangkan terjadinya tindakan yang dilakukan Wakapolres OKI tersebut. "Setiap saya turun ke polres-polres, kepada anggota, saya selalu berpesan, tidak ada yang berkepihakan dalam pelaksanaan pemilihan gubernur ini dan tugas Polri hanya memberikan pengamanan," tambahnya.

Sebelumnya Kompol ST mengajak warga untuk memilih salah satu pasangan kandidat cagub Sumsel. Wakapolres OKI tersebut dilaporkan terindikasi adanya dugaan pelanggaran pemilukada. Republika

Eddy Santana: 40 persen warga tak terima undangan Pilkada

Calon Gubernur Sumatera Selatan Eddy Santana Putra atau ESP yang berpasangan dengan Anisja Djuita Supriyanto nomor urut satu, mengatakan 40 persen warga Kota Palembang tak menerima undangan mencoblos Pilkada, 6 Juni 2013.

"Kami telah meneliti dan ternyata memang hanya 60 persen warga yang mendapat undangan mencoblos dari sebanyak 1.139.247 daftar pemilih tetap," katanya ketika diminta tanggapan terkait hasil hitung cepat Pilkada Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang, Jumat.

Menurut dia, minimnya partisipasi masyarakat memilih calon gubernur tersebut bukan hanya karena faktor keengganan warga, tetapi memang tampaknya dikondisikan seperti itu.

Bahkan, ada warga yang telah datang ke TPS dan hendak menggunakan KTP untuk mencoblos ditolak petugas KPPS.

Ia mengatakan, berbagai kecurangan yang mereka temukan tersebut tentunya akan terus mereka tindaklanjuti, termasuk telah melaporkan ke Banwaslu setempat.

"Catatan tim advokasi kami, terdapat 162 pengaduan yang mereka terima dan telah disampaikan ke Banwaslu," katanya.

Dia menjelaskan, sejumlah laporan pelanggaran tersebut di antaranya politik uang yang tertangkap tangan pada kawasan pinggiran Kota Palembang.

Tindakan tersebut tentunya, telah menyalahi aturan dan harus diusut tuntas pelakunya.

Sementara, terkait dengan perolehan suara hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memposisikan pasangan nomor urut satu (1) tersebut nomor urut tiga sementara meraih 17,44 persen dukungan warga Sumsel, ESP menambahkan apapun hasilnya akan menerima tetapi kalau tidak sesuai tentu akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya juga meminta tim sukses dan simpatisan menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai proses demokrasi yang harus dihormati," ujarnya.

Perolehan suara sementara melalui hitung cepat tim survei, Iskandar Hasan-Hafisz Tohir (nomor urut 2) yang menggunakan `perahu` Partai Amanat Nasional (PAN) dan PKS meraih 14,31 persen, sedangkan Alex Noerdin-Ishak Mekki (nomor urut 4) memperoleh suara 35,02 persen dan pasangan Herman Deru-Maphilinda (nomor urut 3) dengan 33,23 persen.

Alex Noerdin si Jago Kandang

Alex Noerdin bersama pasangannya Ishak Mekki diprediksi memenangi Pilgub Sumsel 2013 dengan satu putaran. Setidaknya itu adalah hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis sejumlah lembaga survei.

Versi Indobarometer, Kamis (6/6), pasangan incumbent itu memperoleh 36,04 persen suara. Selanjutnya, di urutan kedua adalah Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman dengan 32,97 persen suara. Kemudian di tempat ketiga adalah Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung dengan 19,66 persen suara, dan paling buncit adalah Iskandar Hasan-Hafisz Tohir dengan 11,33 persen suara.

Sementara itu, versi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menunjukkan Alex-Ishak menang dengan 36,6 persen. Selanjutnya, Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman dengan 33,05 persen, Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung dengan 19,51 persen dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir dengan 10,84 persen.

Jika melihat batas kesalahan yang ditetapkan +/- 1 persen, maka hampir pasti urutan pemenang berdasarkan hasil manual KPU Sumsel, akan sama. Ini lantaran selisih perolehan suara masing-masing pasangan calon di luar rentang +/- 1 persen.

Sebelum akhirnya menang di Pilgub Sumsel untuk kedua kali, Alex pernah menderita kekalahan tragis di Pilgub DKI Jakarta 2012. Berpasangan dengan Nono Sampono, politikus Golkar itu hanya memperoleh suara kedua terkecil (4 persen) dan kalah dari calon perserorang Faisal Basri-Biem Benyamin.

Eksperimen 'impor' kandidat dari daerah ke ibu kota oleh Golkar saat itu terbukti gagal. Kini, melihat Alex yang menang dua kali di Pilgub Sumsel dan pernah dua periode menjabat Bupati Musi Banyuasin, tidaklah salah jika menyebut pria kelahiran Palembang 62 tahun lalu sebagai jago kandang. Merdeka

Ada Dugaan Money Politik Pilbup OKI

Wakapolres OKI Kompol Sonny Trianto SIk, Rabu (05/06), sekitar pukul 23.00 WIB, diamankan Bidpropam Polda Sumsel. Pasalnya, Sonny diduga terlibat praktik money politik dalam Pilbup OKI dan Pilgub Sumsel periode 2013-2018. Bahkan, pria yang menjabat Wakapolres sejak 2 April 2013, diduga mengintimidasi 11 kades di Kecamatan Mesuji Makmur, OKI, agar memilih salah satu Cabup di OKI dan salah satu Cagub Sumsel. Tak hanya itu, sang Wakapolres juga diduga menyerahkan uang Rp 40 juta, agar para kades mengarahkan warganya memilih cabup dan cagub tersebut.

Karena perbuatannya, oknum polisi ini dilaporkan ke Panwaslu OKI, oleh Kades Gading Sari Kecamatan Mesuji Makmur, Mahrim, didampingi Advokat H Chairul S Matdiah SH, dari Tim Advokasi Cabup Hj Tartilah Ishak. Namun, ada versi lainnya, aksi Sonny diketahui Timses salah satu Cagub, hingga tim advokasi cagub lainnya melaporkan langsung aksi sang Wakapolres ke Kapolri.

Yang jelas, dari dua laporan itu, Sonny Trianto akhirnya diamankan Bidpropam Polda Sumsel, untuk diklarifikasi. Kabarnya, Sonny mengumpulkan para kades itu, Rabu (05/06) siang di salah satu rumah makan di Kecamatan Mesuji Makmur. Dalam pertemuan, selain memberikan uang Rp 40 juta, sang Wakapolres juga menjanjikan masing-masing kades satu unit mobil dan berangkat umroh.

Usai menerima uang, para kades ini diminta tandatangan sebagai tanda menyetujui hal itu. Namun, aksi Wakapolres diketahui tim pemenangan Cabup dan cagub lain, kemudian melaporkan kasusnya ke Panwaslu OKI. Panwaslu OKI juga sempat berkoordinasi dengan Bawaslu Sumsel, hingga akhirnya sang Wakapolres diamankan di Mapolda Sumsel dan sempat dimintai keterangan.

Ketua Divisi Penindakan Bawaslu Sumsel Zulfikar SH, langsung datang ke Kantor Panwaslu OKI. Saat ditemui wartawan, Zulfikar mengatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam pemeriksaan Panwaslu OKI. ‘’Ini kan ruang lingkup Pilkada OKI, jadi kita menyerahkan pemeriksaannya ke Panwaslu OKI. Tetapi semuanya masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Ditambahkan Zulfikar, pihaknya sebagai Bawaslu Sumsel, akan membackup proses pemeriksaan laporan itu. Namun, semuanya diserahkan ke Panwaslu OKI sebagai lembaga yang memiliki otoritas. ‘’Sekarang ini masih dalam proses pemeriksaan saksi. Kita tetap akan membackup. Jika memang ada indikasi tindak pidananya, akan diteruskan ke Gakkumdu,” tambahnya.

Ketua Panwaslu OKI Deri Siswadi, mengaku pihaknya sedang memeriksa salah satu kades yang diduga diintimidasi oknum Wakapolres itu. Namun, pihaknya belum bisa menyimpulkan kasus tersebut. ‘’Kita berusaha melakukan pemeriksaan ini dengan cepat. Nanti setelah kita kaji dan jika ada tindak pidana pemilu, maka berkasnya akan dilimpahkan ke Gakkumdu,” katanya seraya menyebut barang bukti uang Rp 40 juta sudah diamankan di kantornya.
Deri mengaku pihaknya tidak akan tebang pilih, apakah kasus itu bisa membatalkan si cabup yang bersangkutan atau tidak, pihaknya masih akan melihat mata pasalnya. ‘’Kita lihat mata pasalnya dulu untuk sanksinya, dan menunggu hasil pemeriksaan. Belum tentu membatalkan cabup tersebut,” terangnya.

Sedangkan Kompol Sonny Trianto sendiri, ditemui kemarin di Mapolda Sumsel, membantah jika dirinya dikait-kaitkan dengan dugaan intimidasi terhadap kades, untuk mengarahkan warganya memilih salah satu pasangan calon. ‘’Tidak benar informasi tersebut, dan saya tidak melakukan tindakan itu,” tegas Sonny, ditemui usai keluar dari ruang penyidik Provost Polda Sumsel, kemarin.

Dikatakan Sonny, isu dan informasi itu sangatlah tidak benar dan bukan wewenangnya untuk melakukan itu, yang seharusnya anggota Polri netral. ‘’Saya hanya melakukan pemantauan ke lokasi yang diduga rawan. Sekali lagi, isu dan informasi tersebut tidak benar,” jelasnya.
Disinggung mengenai dirinya diduga mengumpulkan kepada desa dan mengadakan pertemuan, meminta untuk mengarahkan kades, agar mengajak warganya mencoblos salah satu calon, baik Pilbup OKI maupun Pilgub? ‘’Tidak ada itu. Ini mungkin ada pihak lain ingin menjatuhkan saya; dan saya menjadi korban; dan selalu menjadi korban,” ungkapnya.

Terkait dengan uang Rp 40 juta yang diberikannya kepada para kades, serta janji masing-masing kades dapat satu unit mobil dan diberangkatkan umroh kepada warga? ‘’Wah, itu sama sekali tidak benar,” tutupnya.
Sedangkan Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh SIk, didampingi Kasatreskrim AKP H Surachman SH, mengaku hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya peristiwa tersebut. ‘’Sebab, belum ada laporan maupun rekomendasi dari Panwaslu,” tegasnya.

#Sanksi Terberat Pencopotan
Terpisah, Kapolda Sumsel Irjend Pol Saud Usman Nasution, ditemui kemarin (06/06), pukul 11.00 WIB, saat memantau TPS di Jalan Merdeka, Palembang, membenarkan pihaknya melalui Bidpropam Polda Sumsel, mengamankan Kompol Sonny Trianto, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut. 
‘’Ya saat ini masih kita lihat permasalahannya, lagi didalami kasusnya. saat ini sudah ada di Polda, dan untuk dimintai keterangan dugaan itu,” kata Saud, kemarin.
Disinggung sanksi apa yang akan diberikan terhadap oknum tersebut jika dari hasil pemeriksaan terbukti? ‘’Kita lihat nanti dari hasil penyidikan Bidpropam. Untuk memberikan sanksi, tentunya ada sanksi, jika terbukti,” jelas Saud.

Ditambahkan Saud, apabila ada oknum terlibat praktik melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada, bisa disanksi dengan pencopotan. ‘’Kita lihat nanti. Terbukti melakukan pelanggaran, sanksi terberatnya pencopotan,” tegas Saud. 

Hasil Quick Count Pilkada Lahat, SAMA Unggul Jauh

Berdasarkan Hasil Quick Count Pilkada Lahat yang dirilis LPPM STIT, pasangan Saifuddin Aswari- Marwan Mansyur (SAMA) berhasil unggul dalam persaingan Pilkada Lahat dengan perolehan suara mencapai 70,78 %, terpaut jauh dari pasangan Herliansyah-Aris Toteles ( HERO) yang meraih 22,1 % suara dan pasangan Rozi-Masri (ROMA) yang mendapat 7,12 % suara. 

Dengan hasil Quick Count ini hampir bisa dipastikan Saifuddin Aswari kembali terpilih menjadi Bupati Lahat lima tahun kedepan. 

Namun Keputusan akan tetap di Umumkan oleh KPU untuk setelah perhitungan manual Real Count. Harian Lahat

Pilkada OKI, Iskandar Masih Unggul Menurut Survei JSI


Palembang - Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Iskandar-M Rifai sementara unggul bila dibandingkan calon lainnya pada Pilkada setempat 6 Juni 2013.

Pasangan Iskandar-M Rifai (4) sementara memperoleh 31,46 persen pada Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kata Manager Pengolahan Data Divisi Survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Sukanta di Palembang, Kamis.

Kemudian disusul pasangan Tartilah Mekki-Arif A (5) dengan 25,46 persen, selanjutnya pasangan Zaitun Mawardi Yahya-Herman T (3) memperoleh 23,09 persen dan Yusuf Mekki-Tri Kuncoro Hadi Lukita (6) 15,7 persen.

Sedangkan dari calon perseorangan atau independent Sri Anggraini-Suyahman (2) dengan 2,59 persen dan pasangan Bahir Alamsyah-Baharudin Ali (1) dengan 1,7 persen, katanya.

Ia mengatakan, data yang masuk sementara sekitar 98,67 persen atau sebanyak 296 tempat pemungutan suara (TPS) dengan total pemilih 67.187 orang.

Dari hasil hitung cepat itu diperkirakan partisipasi pemilih di OKI cukup tinggi sebesar 77,66 persen dan sampling error kisaran satu persen, ujarnya.

Direktur Program dan Pemenangan JSI, Popon Lingga Geni menambahkan, kalau hasil hitung cepat di OKI itu di luar dugaan, karena beberapa survei sebelumnya, pasangan Tartilah Mekki-Arif A masih mengungguli pasangan lainnya.

Sementara berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan Pusat Kajian dan kebijakan Pembangunan Strategis (Puskaptis), pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar-M Rifai juga unggul bila dibandingkan calon lainnya.

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar-M Rifai unggul dengan memperoleh 30,21 persen, kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid.

Selanjutnya, Tartilah Mekki-Arif A dengan 27,97 persen, pasangan Zaitun Mawardi Yahya-Herman T memperoleh 24,22 persen, disusul Yusuf Mekki-Tri Kuncoro Hadi Lukita 13,59 persen.

Sedangkan dari calon perseorangan atau independent Sri Anggraini-Suyahman dengan 2,31 persen dan pasangan Bahir Alamsyah-Baharudin Ali 1,74 persen, katanya.

Hasil itu berdasarkan data yang masuk 100 persen dan margin of error sekitar satu persen dengan tingkat kepercayaan sekitar 95 persen, dan teknik yang dilakukan multistage random sampling, katanya. AntaraSumsel

Herman Deru percayakan hasil penghitungan Real Count KPU

Palembang - Pasangan Calon Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru-Hj Maphilinda hanya percaya terhadap hasil akhir penghitungan suara pilkada secara manual oleh Komisi Pemilihan Umum  meskipun beberapa lembaga survei menempatkan dia pada urutan kedua.

"Romi Herton-Harnojoyo kalah berdasarkan hasil perhitungan lembaga survei, malahan hingga selisih 2,0 hingga 4,0 persen pada perhitungan cepat. Tapi, nyatanya mereka yang menang dalam Pilkada Kota Palembang. Artinya masih ada kemungkinan kami menang," kata Deru yang didampingi Maphilinda ketika memberikan keterangan pers di rumah kediamanan, kawasan Taman Kenten, Palembang, Kamis sore.

Deru yang berpasangan dengan Maphilinda dicalonkan Partai Hanura, Gerindra, dan PPP pada pagi hari menyalurkan hak suara di TPS 04 Desa Sidomulyo, Kecamatan Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, memilih langsung meluncur ke Palembang untuk berkumpul dengan keluarga dan tim pemenangannya.

Ia mengemukakan, rasa optimitis itu cukup beralasan mengingat selisih dengan pesaing terdekat yakni pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat hanya berkisar 2,0 persen.

Apalagi survei tersebut dilakukan di 350 TPS dari total TPS 16.579 yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Sementara, hasil penghitungan tim pemenangannya sendiri justru menempatkan unggul 0,12 persen dari Alex-Ishak (pasangan nomor urut 4).

"Saya akan menunggu hasil perhitungan secara manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan hasil akhir Pilkada Sumsel, dan dalam masa waktu ini jelas akan melakukan pengawalan," kata Bupati OKU Timur ini.

Terkait dengan persaingan dalam perebutan suara dengan pasangan nomor urut 4 yakni Alex-Ishak, Deru menyatakan telah memprediksi sejak awal.

"Memang sejak awal saya memperkirakan akan berselisih tipis dengan Alex-Ishak. Yang jelas, berdasarkan penghitungan cepat ini diketahui bahwa Pilkada Sumsel akan berjalan satu putaran karena prosentase saya dan Alex diatas 30 persen," katanya.

Berdasarkan hasil hitung cepat sementara yang dilakukan Pusat Kajian dan kebijakan Pembangunan Strategis, pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin-Ishak Mekki (nomor urut 4) memperoleh suara 35,02 persen, disusul pasangan Herman Deru-Maphilinda (nomor urut 3) dengan 33,23 persen.

Kemudian Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung (nomor urut 1) yang dicalonkan PDI Perjuangan dengan 17,44 persen, dan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir (nomor urut 2) yang menggunakan 'perahu' Partai Amanat Nasional (PAN) dan PKS meraih 14,31 persen. AntaraSumsel

Alex Noerdin Teteskan Air Mata

Alex Noerdin dan Eliza Alex menitikkan air mata karena haru atas hasil penghitungan cepat Pilgub Sumsel, Kamis (6/6/2013), di kediamannya.

Bukan hanya Alex dan Eliza tetapi juga Dodi Reza dan keluarga besar Alex Noerdin menitikkan air mata. Bahkan ada yang tak kuasa langsung menangis.

Susana tambah haru ketika lantunan salawat bergema mengiringi ratusan warga yang datang dan satu persatui menyalami Alex, Eliza dan Dodi untuk mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut.

Nampak mata Alex, Eliza, Dodi dan Lury bahkan Zulkarnain Noerdin, adik Alex Noerdin memerah menahan haru.

Hasil Quick Count Sumatera Selatan 2013

Hasil hitung cepat lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), memerlihatkan pasangan calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin-Ishak Mekki, mengungguli tiga pasangan calon gubernur lain pada Pemilihan Gubernur Sumsel yang digelar, Kamis (6/6).

Pasangan incumbent nomor urut 4 ini berhasil meraih 35,02 persen suara. Sementara di bawahnya terpaut 1,79 suara pasangan nomor urut 3, Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (Derma) yang berhasil mengantongi 33,23 persen suara.

Menurut Direktur Puskaptis, Husin Yazid, sejak perhitungan suara mulai dilakukan pukul 13.00 WIB, hitung cepat Puskaptis memerlihatkan persaingan yang cukup ketat antara kedua pasangan ini.

“Namun pada perhitungan akhir yang kita tutup Pukul 16.30 WIB, terlihat pasangan Alex-Mekki mengungguli keempat pasangan yang ada,” ujarnya dalam pesan elektronik yang diterima.

Di urutan berikutnya terdapat pasangan Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung yang meraih 17,44 persen suara. Pasangan nomor urut 1 ini mengungguli nomor urut 2, Iskandar Hasan-Hafisz Tohir yang hanya meraih 14,31 persen suara.

 
 
Home | Profile | Contact Us | Advertise | Join Us
Desain website dikutip.com
All Right Reserved - www.dikutip.com ( Semua Ada Disini )
Group 2010 - 2013 ©
Copyright © 2012 Media Nusantara Group - All rights reserved